Kisah Roemah Bahagia

Roemah Bahagia by AdrieBasuki hadir karena saya menemukan kedamaian dan ketenangan dengan belajar meditasi, berlatih nafas dan melatih cara berpikir positif.  Dalam perjalanan hidup, saya melewati berbagai pengalaman menarik mulai dari kegagalan, tantangan emosional, keberhasilan dan juga sebuah proses bangkit. Sebuah perjalanan hidup yang banyak dialami oleh semua Sahabat Bahagia. Izinkan saya berkisah sejenak, semoga berkenan...

Saya memulai perjalanan mengenal meditasi ketika usia saya 15 tahun melalui ayah saya, beliau mengajarkan mengenai sadar nafas dan visualisasi kekuatan pikiran. Meditasi dan latihan nafas selalu jadi bagian dari kehidupan saya, namun seringkali saya terlalu sibuk dengan karir dan pekerjaan saya, 18 tahun saya meniti karir di dunia korporasi, mulai dari Account Executive hingga di posisi Director pada salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Menjadi salah satu yang termuda dalam sebuah sistem tidak akan pernah mudah karena sebagai generasi yang muda, pastinya kita menginginkan selalu maju, tapi tentunya dalam dunia korporasi ada berbagai kepentingan. Tidak ada yang salah dengan hal itu, hanya saja saya merasakan kerinduan untuk mengerjakan apa yang sesuai kata hati, bermanfaat untuk banyak manusia dan kembali ke keluarga terdekat. 

Perjalanan saya untuk menemukan yang hilang dimulai dengan menentukan tujuan hidup yang lebih sesuai dengan kata hati, seiring berjalan nya karir saya.

Di tahun 2018, saya memutuskan untuk pergi ke bucket list saya yang sempat tertunda sekian lama, karena tak pernah punya banyak waktu untuk mengambil jeda. Pilihan saya adalah untuk melihat kebesaran Sang Pencipta, pergilah saya ke sebuah situs luar biasa di Peru, Machu Picchu. Dan ketika saya menginjakkan kaki saya disana dan melihat begitu luar biasanya situs tersebut, seketika saya menyadari sesuatu, "Mengapa kamu harus takut akan manusia lain, tidak ada manusia lain yang mampu membuat bangunan seperti ini, takutlah pada-Nya." Jikalau boleh, saya ingin menyebutnya sebagai perjalanan spiritual pertama saya.

Dan di tahun 2019, saya mulai kembali memperdalam meditasi dan latihan nafas, bersama Raj Kumari seorang Energy Healer di Jakarta. Dari nya saya merasakan menemukan diri saya yang sempat hilang. Kemudian memperdalam lagi dengan belajar Tekhnik Reiki di Parag Hut Singapore. Kemudian, saya kembali melakukan perjalanan menemukan yang hilang dalam diri saya, saya memilih pergi ke Bhutan untuk melihat lebih jelas apakah yang pernah diajarkan oleh Ayah saya adalah benar adanya. Perjalanan disana, belajar mendengarkan dari Biksu dan mampir ke banyak temple membuat saya semakin yakin bahwa saya harus bergerak....

 

Akhirnya, di awal 2020, saya memutuskan untuk kembali pada passion saya sebagai textile designer dan memulai perjalanan Roemah Bahagia ini. Yang pasti, saya kembali pulang ke rumah, melanjutkan mimpi-mimpi kecil keluarga saya.

 

Saya memberanikan membuka Roemah Bahagia sebagai tempat untuk berbagi mengenai meditasi & latihan pernafasan yang membantu kita untuk memperbaiki kesehatan mental, berdamai dengan masa lalu dan menerima hidup apa adanya. Saya menyederhanakan beberapa metode yang saya pelajari sehingga lebih mudah dipelajari dan mudah dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari...

Semoga Roemah Bahagia ini menjadi sebuah perjalanan & pembelajaran yang bermanfaat dan bisa membuat kita semua menjadi manusia yang jauh lebih baik. Semoga berkenan untuk bersama mewujudkan harapan berbagi melihat lebih banyak manusia bisa menerima hidup apa adanya, menjadi lebih sehat emosional dan bisa lebih bahagia....

Adrie Basuki

Roemah Bahagia is dedicated to My Late Father, Basuki Soenaryo, for teaching and guiding me since I was born and when I was 15 years old has taught me about self-awareness, breathing and meditation, Love You Dad!

Basuki Soenaryo, 02 Oct 1950 - 23 Nov 2016

©2020 by roemahbahagia